July 2, 2012

LATIHAN FISIK UNTUK UNTUK LANSIA

pict source: http://www.medicalera.com/images/2459/lansia.gif
Latihan fisik sangat penting dan berguna bagi lansia karena dapat memperlambat proses penuaan. Selain itu latihan fisik juga dapat mencegah penyakit-penyakit yang muncul sejalan dengan proses penuaan.
Latihan ini dilakukan secara bertahap, dimulai dgn kemampuan lansialatihan dilakukan tiga kali seminggu dgn lima sampai sepuluh kali ulangan atau sesuai dgn kemampuannya. Sedikit demi sedikit latihan ditambah dua sampai empat kali ulangan. Penambahan ini dilakukan setiap lima sampai sepuluh kali ulangan, sampai mendekati lima belassampai dua puluh lima kali ulangan setiap kali latihan

Beberapa manfaat olahraga bagi para lansia:
         Meningkatkan kekuatan otot jantung, memperkecil resiko serangan jantung;
         Melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh sehingga menurunkan tekanan darah dan menghindari penyakit tekanan darah tinggi;
         Menurunkan kadar lemak dalam tubuh sehingga membantu mengurangi berat badan yang berlebih dan terhindar dari obesitas;
         Menguatkan otot-otot tubuh sehingga otot tubuh menjadi lentur dan terhindar dari penyakit rematik;
         Meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga terhindar dari penyakit- penyakit yang menyerang kaum lansia;
         Mengurangi stres dan ketegangan pikiran.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum latihan fisik:
         Lakukan pemanasan sebelum melakukan latihan fisik;
         Pilihlah bentuk latihan fisik yang sesuai dengan kemampuan;
         Lakukan olahraga secara teratur setiap hari atau tiga kali seminggu;
         Hindarilah beban yang berat;
         Mulailah latihan secara pelan-pelan lalu tingkatkan secara bertahap;
         Jangan memaksakan diri jika tidak mampu melakukannya.
Langkah-langkah latihan fisik pada lansia:
1.      Gerakan 1 berdiri dengan mengangkat 1 kaki
         Tujuan : meningkatkan kekuatan otot panggul dan tungkai, serta keseimbangan
         Posisi : lansia berdiri tegak dengan berpeganngan pada kursi
         Gerakan :Angkat satu tungkai sampai setinggi panggul (fleksi sendi panggul 900). upayakan pegangan tdk terlalu kuat. Jika mungkin, angka lutut lebih tinggi lagi. Pertahankan dalam 5 hitungan.

2.      Gerakan 2 berdiri dengan mengangkat 1 tunkai ke samping
         Tujuan : meningkatkan kekuatan otot panggul dan tungkai, serta keseimbangan
         Posisi : lansia berdiri tegak berpeganngan pada kursi
         Gerakan : Ayun satu tungkai kesamping dan pertahankan dalam lima hitungan. lakukan  bergantian untuk tunkgai kanan dan kiri.

3.      Gerakan 3 berdiri dari posisi duduk ke posisi duduk kembali.
         Tujuan : untuk memperbaiki kekuatan, keseimbangan, koordinasi, dan gerakan sendi.
         Posisi : lansia duduk di kursi.
         Gerakan : berdiri dari posisi duduk, tempatkan kedua kaki di depan kursi. Pindahkan titik berat tubuh ke depan kemudian berdiri. Apabila perlu gunakan pegangan kursi. Jika sudah mampu/kuat kurangi bantuan pegangan pada kursi. Setelah ini duduk kembali. Gerakan ini merupakan gerakan kunci agar lansia mandiri.

4.      Gerakan 4 mengayun lengan
         Tujuan : penguatan otot punggung, peregangan otot dada, dan memperbaiki postur.
         Posisi : duduk tegak atau berdiri tegak.
         Gerakan : Ayun lengan ke depan dan kebelakang setinggi mungkin dan lepaskan dengan rileks. Gerakan ini dilakukan pada kedua lengan dengan arah berlawanan, seperti berlenggang saat berjalan.
5.      Gerakan 5 gerakan leher
         Tujuan :untuk memperbaiki postur, keseimbangan, dan LGS.
         Posisi : berdiri tegak atau duduk tegak. Kepala lurus tapi tidak menunduk.
         Gerakan : putar dagu ke arah bahu kiri, tegak, dan bahu ke kanan. Dekatkan telinga ke bahu kiri, tegak dan ke bahu kanan. Pegang dagu dengan tangan, perlahan dorong dagu kebelakang. Rotasi kepala ke belakang.seperti gerakan melihat keatas/ke langit-langit.
6.      Gerakan 6 gerakan berjalan
         Tujuan :untuk meningkatkan kesehatan otot, tulang sendi, sirkulasi jantung dan paru, pencernaan dan pikiran.
         Gerakan : berjalanlah sesuai dengan kemampuan. Jika hanya mampu lima puluh meter, mulai pada tingkat inidan cobalah untuk meningkatkan jarak dan kecepatannya. Hindari jalan yg terputus-putus. Jika mampu berjalan dgn jarak yg lebih jauh, lakukan peregangan sebelum jalan. Jika mengakhiri jalan, lakukan pendinginan dgn jalan perlahan-lahan sebagai peregangan.

reference :
Pujiastuti, Sri Surini dan Utomo, Budi, 2003. Fisioterapi Pada Lansia. Jakarta: EGC

No comments :

Post a Comment